|
Tuesday,
21 Apr 2003
Virus komputer penyerang masa depan.
Worm berkode negara tertentu.
Para pengguna
komputer atau pengembang sistem informasi nasional
tampaknya harus semakin berhati hati. Worm, salah satu
dari jenis virus komputer, diyakini bisa diprogram untuk
menyerang negara tertentu. Jonathan Wignal, dari UK Data
and Netwotk Security Research Council, sebuah think tank
non profit, mempresentasikan hasil riset terbaru mengenai
komputer worm ini di konferensi keamanan komputer Defcon
11, di Las Vegas, hari minggu 3 agustus yang lalu.
Wignal memberikan penjelasan secara teknis bagaimana
pembuat worm bisa memanfaatkan penyebaran kodenya secara
lebih efektif. Diantaranya adalah dengan membatasi
penyebarannya secara geografis, ungkapnya. Wignal juga
mengungkapkan bahwa hal ini mampu mengubah komputer worms
menjadi sebuah senjata perang informasi yang efektif.
Menurutnya, daripada digunakan untuk menyerang secara acak
komputer yang terhubung ke internet, komputer worm bisa
imanfaatkan untuk menyerang negara tertentu.
Beberapa hacker yang memiliki motivasi politis telah
menentukan sasaran penyerangan ke situs web beberapa
negara tertentu. Pada masa perang Irak, hal ini telah
didemonstrasikan dengan perusakan (perubahan tampilan)
beberapa situs yang pro dan anti Amerika.
Kemacetan trafik
Setelah menginfeksi sebuah host komputer , biasanya worm
me-scan secara acak komputer-komputer lain yang dapat
diinfeksi. Namun menurut Wignall, worm bisa men-download
,dari sebuah server atau dari beberapa komputer, daftar IP
address yang akan diserang. Hal ini dapat mencegah
duplikasi pengiriman request ke setiap komputer, yang
menjadi hambatan utama pada desain worm yang ada sekarang.
Dengan demikian, penyebaran bisa dilakukan sangat cepat"
ungkap Wignal kepada New Scientist. "Dan memungkinkan juga
untuk memilih negara tertentu (berdasarkan IP address-nya)
dan menyebabkan macetnya trafik internet setelah worm
menyebar.
Nicolas Weaver, seorang pakar komputer dari Universitas
California di Berkeley yang melakukan penelitian tentang
komputer worm yang cepat menyebar, mengatakan bahwa secara
teori hal itu hanya salah satu cara bagi worm untuk
menyerang negara tertentu. Cara lain adalah dengan
mencegah komputer menggunakan bahasa tertentu, ungkapnya.
Program Trojan horse yang bernama Migmaf, dirilis Juli
2003, didesain untuk tidak beroperasi di komputer
berkonfigurasi keyboard bahasa Rusia.
Namun menurut Graham Cluley, Teknolog Kepala di sebuah
perusahaan anti-virus Inggris Sophos, metode penyerangan
ke negara tertentu itu hanya akan menarik perhatian
kalangan tertentu dari pembuat virus. Karena umumnya,
pembuat virus menginginkan agar virusnya menyebar seluas
mungkin, ungkapnya.
Peningkatan Resiko
Weaver juga mengatakan bahwa pemanfaatan daftar sasaran IP
address, hanya berdampak sedikit pada kecepatan. "Scan
terkoordinasi memang bermanfaat, tapi itu hanya efek
samping, yang muncul pada 50 persen komputer yang telah
terinfeksi secara parah" ungkapnya. Dia juga menambahkan
bahwa penggunaan daftar sasaran meningkatkan resiko
terdeteksinya hacker. "Itu memudahkan penyerang, tapi
sekaligus memberi jalan untuk men-trace tindakannya"
katanya.
Beberapa worm telah terbukti berhasil, dengan hanya
bergantung pada scanning secara acak. Worm yang paling
berhasil akhir-akhir ini, Code Red, menggunakan metode ini
untuk menginfeksi ratusan ribu komputer sejak Juli 2001.
Worm Slammer menggunakan cara sejenis untuk menginfeksi
ribuah server internet sejak Januari 2003, meskipun worm
ini bisa menyebar lebih cepat dengan membatasi jumlah
bandwidth untuk scanning.
|